Berbekal Teknik Cpr, Dua Bocah Ini Selamatkan Nenek Dari Serangan Jantung
Ilustrasi serangan jantung. (Foto: thinkstock)Jakarta - Dua anak dari Saskatoon, Kanada, menjadi jagoan ketika mereka berhasil menolong neneknya yang terkena serangan jantung dengan melaksanakan CPR. Pada 10 november kemudian Kian (10) dan Grayson Wu (7) melaksanakan metode CPR kepada neneknya berkat pemikiran Ibunya yang seorang perawat.
Ibu Kian dan Grayson Wu, Lee Chatterson Wu merupakan seorang perawat. Lima bulan sebelumnya, pada ketika Kian mengadakan pesta ulang tahun ke-10, ibu mereka mengajari Kian dan Grayson Wu bagaimana cara melaksanakan resusitasi cardiopulmonary (CPR). Namun ibu dari dua anak ini tidak pernah berpikir bahwa mereka akan membutuhkannya dalam waktu dekat.
"Saya mengajari mereka bagaimana melaksanakan kompresi, napas, memasukkan hidung, menutupi mulut. Itu pun bukan pengajaran yang sangat mendalam. Sejujurnya saya tidak berpikir mereka akan membutuhkannya, alasannya yaitu hal itu belum terlalu penting untuk anak usia tujuh dan sepuluh tahun," ucap Chatterson dikutip dari DailyMail.
Seseorang yang mengalami ini sanggup meninggal dalam delapan hingga 10 menit. Fungsi CPR ini sanggup menjaga biar darah yang mengandung oksigen sanggup mengalir ke otak dan organ vital lainnya hingga perawatan medis yang lebih niscaya sanggup memulihkan irama jantung yang normal.
"CPR menjiplak tingkat kelangsungan hidup pasien yang mengalami henti jantung meskipun hanya sekitar delapan persen pasien CPR yang diselamatkan oleh mekanisme bahkan ketika dukungan cadangan dipanggil segera," terang Chatterson.
Saat itu Kian dan Grayson Wu sedang berkemas-kemas untuk menonton film di rumah nenek mereka di Saskatoon, Kanada, pada 10 November, tiba-tiba tanpa diketahui bawah umur ternyata, Patti Chatterson (62) nenek mereka gres saja mengalami serangan besar dan telah mengalami serangan jantung hingga ia hilangan kesadaran.
Pihak keluarga pun jadinya menyampaikan betapa pentingnya pengajaran CPR di usia berapapun. Makara ketika nenek mereka Patti Chatterson ambruk, Kian dan Grayson tahu apa yang harus mereka lakukan.
Mereka pertama kali mencoba menelepon ibu dan ayah mereka melalui telepon, tetapi tak ada satu pun dari mereka menjawab. Akhirnya Grayson menelepon 911 ketika Kian mulai menekan dada.
"Kami memberi mereka alamat kami, dan kemudian kami memberi tahu mereka bahwa nenek kami tidak sadar dan tidak bangun, tidak bernapas dan tidak mempunyai denyut nadi," kata Kian.
Kemudian pihak 911 memberi tahu bawah umur itu untuk segera meletakkan nenek mereka di lantai tanpa bantal.
Setelah itu Kian terus mengompres begitu keras hingga tanpa sengaja ia memecahkan tulang rusuk neneknya, sementara Grayson menancapkan hidungnya dan melaksanakan evakuasi napas.
Lalu Paramedis datang di rumah mereka kurang dari 10 menit kemudian dan harus nenek mereka segera didefibrilasi sebanyak empat kali.
"Aku tidak sanggup membayangkan apa yang telah terjadi dalam pikiran mereka, saya benar-benar kagum. Ketika saya mengetahui mereka menyaksikannya dan menindaklanjutinya,
saya sangat bersyukur mereka tahu apa yang harus dilakukan," kata Patti Chatterson, sehabis terbangun dari rumah sakit.
Dokter memberi nenek Chatterson obat dengan defibrilator internal, yang ditanam di dalam badan dan mengoreksi arrythmias jantung yang paling mengancam jiwa.
Pada hari Selasa, Kian dan Grayson pun mendapat penghargaan dari paramedis Saskatoon pada upacara khusus di hari Selasa untuk menghormati dan mengapresiasi keberanian mereka.
Patti Chatterson menyampaikan bahwa ia bersyukur bahwa cucunya sanggup berpikir dengan cepat di atas kaki mereka meskipun keadaan yang menakutkan. Dia pun berharap orang-orang sanggup melihat kejadian medisnya ini sebagai referensi pentingnya mencar ilmu CPR.
"Pengajaran CPR ini bukan hal perlu terus digunakan, melainkan apabila kalian melakukannya kalian menyelamatkan hidup seseorang. Dan itu tidak harus dilakukan dengan sempurna, tetapi hanya perlu dilakukan saja," katanya.
0 Response to "Berbekal Teknik Cpr, Dua Bocah Ini Selamatkan Nenek Dari Serangan Jantung"
Posting Komentar